Koaksi dan Pikul bekerja sama dalam kerangka koalisi bernama Koalisi Sipil untuk menyuarakan solusi iklim masyarakat lokal agar tereskalasi bersama dengan masyarakat sipil dan kelompok marjinal sehingga mampu membuat perubahan signifikan, termasuk kebijakan iklim. Tujuan kerja kolektif ini adalah untuk mencapai “Masyarakat Sipil dan Marjinal Berencana dan Beraksi Sebagai Solusi Perubahan Iklim” atau disingkat “Mama Bergerak” periode 2021 – 2022 dengan skema kerja sama hingga tahun 2025.

Koaksi akan memfasilitasi kerja di tingkat nasional basis Jakarta dan Pikul akan memfasilitasi kerja di tingkat provinsi dan lokal dengan titik tekan di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Namun, pola kerja koalisi juga memungkinkan koordinasi lintas region karena berfokus pada hasil. Koalisi Sipil juga berkoordinasi dengan beberapa koalisi lain yang menjadi mitra, yaitu Koalisi Adaptasi, Koalisi Pangan Baik, dan Koalisi Kopi. Ketiga koalisi ini mencakup kerja-kerja advokasi, kampanye, dan lapangan di Lembata, Sumba Timur, Rote Ndao, Ende, Flores, dan Kota Kupang.

Adapun objektif kerja Koaksi adalah sebagai berikut:
1. Penyelarasan pemahaman dan peningkatan kapasitas organisasi masyarakat sipil dari tingkat lokal hingga nasional (Literasi)
2. Mendorong kekuatan anak muda untuk menyuarakan aspirasi, angkat cerita keberhasilan, dan langkah nyata kolektif, melalui direct campaign, media massa, dan media sosial (Amplifikasi)
3. Pendekatan dan konsolidasi dengan pemerintah nasional dan daerah untuk memformalkan pembelajaran lewat kebijakan (Advokasi).

Secara lebih detail, obyektif kerja Pikul adalah sebagai berikut:
1. Memastikan identifikasi suara kaum marjinal penyintas perubahan iklim didengar pengambil kebijakan
2. Memastikan terjadinya dialog multi pihak terkait infrastruktur yang adaptif iklim
3. Memastikan para pengambil kebijakan mengutamakan jaminan keselamatan rakyat dan pertimbangan perubahan iklim dalam pengembangan infrastruktur.

Adapun milestone yang telah dicapai pada tahun pertama periode 2021 – 2022 adalah:
A. Pembentukan dan penguatan tim, assessment awal, pemetaan kebutuhan, identifikasi baseline
B. Penguatan kapasitas CSO menjadi simpul jejaring dan simpul pengetahuan efektif untuk amplifikasi aksi iklim melalui:

1. Learning exchange forum untuk CSO yang bergerak di isu perubahan iklim lintas sektor (seperti kesehatan, gender, anti-korupsi, dst, dan komunitas di luar lingkar lingkungan hidup, seperti komunitas hobi dan kreatif, keberagaman dan budaya, komunitas seni, dst) yang dikelola secara berkala
2. Pemantapan visi bersama melalui Theory of Change dan strategi per koalisi, tim inti perwakilan setiap koalisi untuk pembahasan isu-isu strategis (steering committee), dan Task Force (kebijakan, komunikasi, dan pengelolaan pengetahuan) untuk membangun kerja bersama yang kolaboratif melalui collaborative workshop
3. Forum komunikasi warga pesisir yang dilakukan rutin setiap bulan yang menjadi landasan konsolidasi masyarakat terdampak dalam membangun agenda iklim Kupang yang partisipatif (Majelis Masyarakat Pesisir Kota Kupang) dan mengidentifikasi cerita warga pesisir terkait iklim dalam bentuk artikel dan foto di media sosial yang membuka akses warga pesisir dan anak muda
pada pembuat kebijakan (jurnalisme rakyat/citizen journalism)
4. Studi/kajian sintesis dampak perubahan iklim yang dipahami oleh pemangku kepentingan sebagai suara CSO dalam advokasi kebijakan iklim dan publik sebagai referensi dalam memahami konteks perubahan iklim yang relevan dengan kehidupan sehari-hari
5. Pelibatan media massa dalam mengangkat solusi iklim dan mengkritisi kemajuan kebijakan iklim yang solutif
6. Kampanye digital yang mengangkat kondisi iklim, kebijakan iklim, dan solusi iklim di nasional dan daerah.